<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>dietzforpresident-2029</title>
	<atom:link href="http://adiputro.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://adiputro.wordpress.com</link>
	<description>Perspektif Orang Biasa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 08 Nov 2009 04:14:17 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='adiputro.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/617370cc15b088fee6b0ed56fd884c04?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>dietzforpresident-2029</title>
		<link>http://adiputro.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Seputar Pemilihan Kabinet 2009: Banyak Drama Minim Substansi</title>
		<link>http://adiputro.wordpress.com/2009/11/08/seputar-pemilihan-kabinet-2009-banyak-drama-minim-substansi/</link>
		<comments>http://adiputro.wordpress.com/2009/11/08/seputar-pemilihan-kabinet-2009-banyak-drama-minim-substansi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 04:08:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didietpob</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[cikeas]]></category>
		<category><![CDATA[kabinet indonesia bersatu II]]></category>
		<category><![CDATA[kabinet sby]]></category>
		<category><![CDATA[KIB]]></category>
		<category><![CDATA[KIB II]]></category>
		<category><![CDATA[menteri kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>
		<category><![CDATA[sitifadilahsupari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiputro.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[
Oleh: Didiet Adiputro
Minggu- minggu terakhir di bulan oktober sepertinya nuansa drama ala reality show menjadi suatu hal yang sering kita lihat. Memang di beberapa stasiun TV , reality shhow selalu mendapat tempat istimewa di prime time, tapi gejala ini juga melanda di setiap acara berita beberapa waktu belakangan. Loh? Apakah sekarang semua berita juga mengejar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputro.wordpress.com&blog=5351690&post=10&subd=adiputro&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><img class="alignnone size-thumbnail wp-image-13" title="dietz aja" src="http://adiputro.files.wordpress.com/2009/11/dietz-aja.jpg?w=150&#038;h=133" alt="dietz aja" width="150" height="133" /></p>
<p style="text-align:left;">Oleh: Didiet Adiputro</p>
<p>Minggu- minggu terakhir di bulan oktober sepertinya nuansa drama ala reality show menjadi suatu hal yang sering kita lihat. Memang di beberapa stasiun TV , reality shhow selalu mendapat tempat istimewa di prime time, tapi gejala ini juga melanda di setiap acara berita beberapa waktu belakangan. Loh? Apakah sekarang semua berita juga mengejar rating dengan menampilkan reality show? Jawabannya tentu tidak. Kali ini hadir reality show politik dengan pemain yang bukan lagi Anjasmara, Choky Sitohang atau Limbad. Tapi Presiden SBY dan segenap elit politik di negeri ini.</p>
<p>Hebatnya reality show bisa membuat penonton penasaran, berdebar-debar, penuh spekulasi, sedih bahkan kesal. Jadi emosi penonton dimainkan sedimikan rupa dengan bungkusan acaranya yang menegangkan.  Nah, ilustrasi ala reality show tampaknya dipraktekkan oleh para elit kita selama dua minggu terakhir. Masyarakat dibiarkan berspekulasi ketika bursa calon menteri beredar dan berganti-ganti terus setiap harinya di berita TV ataupun koran.</p>
<p>Hal ini tentu saja membuat orang yang namanya disebut-sebut juga ikut tegang harap-harap cemas. Efek dari berita ini dikabarkan beberapa calon menteri yang disebut melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak lazim di hari biasa. Ada yang mengadakan pengajian zikir dadakan selama beberapa hari terakhir, ada juga yang mengintensifkan lobi, sampai memanfaatkan opsi terakhir yaitu ke ’guru spiritual’. Entah benar atau tidak, tapi media jugalah yang menyebarkan berita ini.</p>
<p>Drama berlanjut sampai akhirnya Presiden  membuka audisi ’Cikeas Idol’. Dimana Presiden SBY akan memanggil, mewawancara, serta melakukan fit and proper test bagi calon menteri. Nah, saat itulah spekulasi masyarakat mulai menurun karena satu demi satu calon menteri datang untuk bertemu Presiden dan Wakil Presiden terpilih, yang setelah itu kebanyakan dari mereka memberikan keterangan ke media.</p>
<p>Lalu timbul pertanyaan, kenapa Presiden perlu melakukan wawancara serta mengadakan tes untuk mengukur kemampuan si calon menteri? Apakah presiden tidak yakin dengan kapasitas si calon sebelum dipanggil ke Cikeas? Dalam sebuah perbincangan saya dengan salah satu tokoh senior yang pernah menjadi penasehat utama mantan Presiden RI, saya menanyakan hal ini. Menurut sang tokoh sebenarnya Presiden dengan kekuatan dan informasi yang dia punya seharusnya bisa langsung tahu mana menteri yang bagus tanpa harus melakukan tes wawancara terlebih dulu. ”Kalau Presiden SBY gaul dan nggak kuper dia tahu mana orang yang bagus mana yang jelek, tanpa harus wawancara. Mungkin saja Presiden kita ini minder dan kurang gaul”, katanya.</p>
<p><img class="size-medium wp-image-11 aligncenter" title="kabinet Indonesia Bersatu II" src="http://adiputro.files.wordpress.com/2009/11/sby.jpg?w=300&#038;h=200" alt="kabinet Indonesia Bersatu II" width="300" height="200" /><br />
Gosip Lebih Seru, Tapi Etika Dilanggar</p>
<p style="text-align:left;">Jadi ajang fit and proper test ala Cikeas ini saya anggap tak ubahnya seperti bagian dari reality show. Namun seperti halnya drama reality show yang banyak adegan bumbu tapi minim substansi, nampaknya juga terjadi dalam peristiwa politik belakangan ini. Bahkan ’Cikeas Idol’ sudah memakan korban yaitu Prof.Dr.dr. Nila Djuwita Moeloek. Istri mantan Menkes Prof.Farid A Moeloek yang dalam pengumuman kabinet oleh Presiden, ternyata namanya tidak masuk dalam jajaran pembantu presiden. Padahal Nila sudah mengikuti berbagai tes yang dilakukan mulai dari wawancara di Cikeas sampai tes kesehatan di RSPAD. Yang disesalkan dikemudian hari, Presiden SBY malah mengatakan alasan bahwa Nila gagal karena tidak lulus salah satu tes. Bayangkan saja bagaimana perasaan ahli mata ini mendengar alasan Presiden, apalagi karangan bunga dan ucapan selamat terlanjur silih berganti berdatangan. Drama ini telah  mamakan korban pertama yang dikhawatirkan akan menurunkan harga diri dan reputasi Guru Besar fakultas Kedokteran UI ini .</p>
<p>Pembahasan kabinet tidak jauh mendalam selain sedikit cibiran mengenai posisi Hatta Rajasa seorang politisi kepercayaan Presiden SBY yang duduk sebagai menko perekonomian, lalu Purnomo Yusgiantoro yang dijuluki menteri terlama era reformasi karena kembali duduk di posisi Menhan, juga kenyataan bahwa Presiden SBY lebih banyak mengakomodir orang partai dibanding kalangan profesional di kabinetnya. Selebihnya perdebatan lebih minim secara substansi.</p>
<p>Justru yang mencuat di permukaan adalah gosip seputar serangan terakhir mantan Menkes Siti Fadilah Supari sebelum dia lengser kepada penggantinya Dr.dr. Endang Rahayu Sedyaningsih. Tak ubahnya seperti pereraian selebritis , perang statementpun tak terelakan. Siti mencibir Endang yang dianggap kurang pantas jadi menkes karena baru berada di posisi eselon dua, selain itu berbagai tuduhan miring juga dilancarkan ahli jantung ini yang menuduh Endang pernah dihukum karena ketahuan ingin menjual virus H5N1 ke luar negeri. Endang juga dituduh sebagai antek AS karena pernah meneliti di laboratorium Namru 2 yang selama ini dihebohkan Siti fadilah.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-12" title="Menkes lama yang kurang waras, diganti dengan menkes baru yang lebih waras" src="http://adiputro.files.wordpress.com/2009/11/siti-2.jpg?w=450&#038;h=300" alt="Menkes lama yang kurang waras, diganti dengan menkes baru yang lebih waras" width="450" height="300" /></p>
<p>Endang yang merasa dituduh macam-macam oleh Siti mencoba menyangkal tudingan tendensius itu dengan santai. Doktor public health dari Harvard itupun dibela oleh beberapa dokter senior antara lain mantan Ketua IDI Prof. Kartono Mohamad. Menurut Kartono, keterlibatan Endang hanya terbatas pada posisinya sebagai peneliti semata dan tidak pernah bekerja di Namru &#8220;Kami tahu benar mengenai bu Endang ini,&#8221; kata Kartono seperti dikutip di salah satu media online. Fadilah juga jangan lupa bahwa ketika dia diangkat menjadi Menkes justru pangkatnya baru berada di eselon empat, jauh di bawah posisi Endang sekarang.</p>
<p>Siti Fadilah memang dikenal sebagai menteri yang kerap kali melontarkan pernyataan kontroversial. Misalnya tuduhannya kepada Namru 2 sebagai agen mata – mata, dimana dia mengaku sebagai menkes tidak mengetahui apa bentuk kegiatan laboratorium kesehatan milik angkatan laut AS ini. Padahal menurut laporan resmi Kedubes AS, tiap triwulan sekali Namru selalu melaporkan hasil kegiatannya ke Menkes untuk ditandatangani. Semua kegiatan penelitian Namrupun harus seijin dari Litbangkes Depkes , serta melibatkan banyak peneliti dan mahasiswa Indonesia. Jadi bagaimana menkes tidak tahu kegiatan Namru, padahal dia selama ini menandatangani semua laporan kegiatan Namru. Mungkin ini jadi kebiasaan buruk dari tokoh kita yang suka bicara populis anti asing  tapi pernyataan yang keluar acap kali mengandung kebohongan publik.</p>
<p>Memang peristiwa akhir-akhir ini banyak yang tidak sesuai ekspektasi kita, karena kabinet profesional yang diharapkan tidak sepenuhnya bisa teralisasi karena memang realitas politik berkata lain. Tapi kedepan rakyatlah yang dapat menilai, mana menteri yang banyak bekerja atau banyak bicara.</p>
<p>Seperti kata Imanuel Kant, bahwa manusia mampu memilih dan tumbuh. Dalam proses itulah berlangsung pembelajaran yang membuat seseorang menjadi dewasa dan matang.  Drama tetaplah drama, indah tapi tetap terlihat hampa. Mungkin inilah salah satu chapter dari pembalajaran bagi demokrasi kita untuk menjadi lebih ideal.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiputro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiputro.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiputro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiputro.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiputro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiputro.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiputro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiputro.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiputro.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiputro.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputro.wordpress.com&blog=5351690&post=10&subd=adiputro&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiputro.wordpress.com/2009/11/08/seputar-pemilihan-kabinet-2009-banyak-drama-minim-substansi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/920313246fa6a96eb4ae92e9d80f7132?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didietpob</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiputro.files.wordpress.com/2009/11/dietz-aja.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">dietz aja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiputro.files.wordpress.com/2009/11/sby.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kabinet Indonesia Bersatu II</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://adiputro.files.wordpress.com/2009/11/siti-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Menkes lama yang kurang waras, diganti dengan menkes baru yang lebih waras</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Do Not Criticize What You Don&#8217;t Understand</title>
		<link>http://adiputro.wordpress.com/2008/10/30/do-not-criticize-what-you-dont-understand/</link>
		<comments>http://adiputro.wordpress.com/2008/10/30/do-not-criticize-what-you-dont-understand/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 15:15:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>didietpob</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[didiet]]></category>
		<category><![CDATA[ksmunas]]></category>
		<category><![CDATA[perspektif]]></category>
		<category><![CDATA[unas]]></category>
		<category><![CDATA[wimar]]></category>
		<category><![CDATA[witoelar]]></category>
		<category><![CDATA[ww]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://adiputro.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Jangan bilang sebuah film itu jelek padahal belum kita tonton, jangan juga  bicara tentang demokrasi jika belum tahu apa itu demokrasi. Jadi kita harus tahu  dulu tentang suatu hal  baru bisa bilang itu jelek atau bagus. Itulah salah satu  pesan Wimar Witoelar pada diskusi ringan bersama anggota Kelompok Studi  Mahasiswa Universitas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputro.wordpress.com&blog=5351690&post=5&subd=adiputro&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Jangan bilang sebuah film itu jelek padahal belum kita tonton, jangan juga  bicara tentang demokrasi jika belum tahu apa itu demokrasi. Jadi kita harus tahu  dulu tentang suatu hal  baru bisa bilang itu jelek atau bagus. Itulah salah satu  pesan Wimar Witoelar pada diskusi ringan bersama anggota <strong>Kelompok Studi  Mahasiswa Universitas Nasional</strong> di kantor InterMatrix, 9 Agustus 2008.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3002/2746652714_2b853d6b36.jpg" alt="KSM Unas dan WW" width="500" height="160" /><p class="wp-caption-text">KSM Unas dan WW</p></div>
<p><span id="more-5"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Indonesia yang menganut demokrasi seutuhnya pascalepas dari otoritarianisme Orde  Baru, ternyata banyak mendapat tantangan bahkan tidak sedikit  yang menganggap  demokrasi kurang bermanfaat secara  maksimal  karena dinilai belum menghasilkan  kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Paling tidak itu yang dirasakan Vya salah  satu peserta diskusi. Vya bahkan melihat mentalitas aparat pemerintahan seperti  korupsi, penyuapan dll, juga tidak berubah dari zaman orba.</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi banyak juga yang menganggap demokrasi saat ini jauh lebih baik dari zaman  Orde Baru, di mana setiap orang punya hak suara dan martabat yang sama, yang  mana hal-hal tersebut tidak kita dapatkan pada zaman Orde Baru. Meskipun belum  membuahkan hasil maksimal, tapi proses demokrasi yang sedang berjalan sudah  sangat tepat. &#8220;sama seperti orang fitnes tiap hari tapi belum bisa jadi  binaragawan&#8221;, ujar WW.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3201/2746743166_d497b26216.jpg?v=1218326057" alt="muka peserta" width="500" height="500" /><p class="wp-caption-text">muka peserta diskusi</p></div>
<p style="text-align:justify;">Ngga asyik kalau kita bicara tentang demokrasi tapi ngga bicara tentang  prospek kepemimpinan nasional, apalagi pemilihan presiden tinggal setahun lagi.  Bagi WW, pemimpin itu tidak perlu dinilai dari tua mudanya, yang penting  kemampuan manajerial komunikatif dan efektif. Bukan berarti pemimpin juga harus  ahli politik yang jago sebagai pengamat.</p>
<p style="text-align:justify;">Selain itu para  peserta diskusi seperti Wiwiek, Inka dan Angga menanggapi  fenomena artis yang saat ini terjun ke dunia politik hanya  sebagai  peraup  suara bagi partai politik . WW tidak menyangkal hal tersebut tapi biasanya atris  yang terpilih menduduki jabatan politik adalah artis yang mempunyai sikap  terhadap isu-isu tertentu seperti Arnold Schwazeneger dan Ronald Reagan. Jadi  semua keputusan ada di tangan kita, karena setiap orang punya pilihannya masing  &#8211; masing, ujar WW.</p>
<p style="text-align:justify;">Di akhir diskusi salah satu peserta yaitu Vya mendapat hadiah buku &#8220;A Book  About Nothing&#8221; dari WW sebagai kenang-kenangan.</p>
<p style="text-align:justify;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3076/2746652266_f39679024b.jpg?v=0" alt="suasana diskusi" width="500" height="300" /><p class="wp-caption-text">suasana diskusi</p></div>
<p>*dimuat di <a href="http://wwww.perspektif.net">perspektif[dot]net</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/adiputro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/adiputro.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/adiputro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/adiputro.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/adiputro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/adiputro.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/adiputro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/adiputro.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/adiputro.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/adiputro.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=adiputro.wordpress.com&blog=5351690&post=5&subd=adiputro&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://adiputro.wordpress.com/2008/10/30/do-not-criticize-what-you-dont-understand/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/920313246fa6a96eb4ae92e9d80f7132?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">didietpob</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3002/2746652714_2b853d6b36.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">KSM Unas dan WW</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3201/2746743166_d497b26216.jpg?v=1218326057" medium="image">
			<media:title type="html">muka peserta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3076/2746652266_f39679024b.jpg?v=0" medium="image">
			<media:title type="html">suasana diskusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>