Jangan bilang sebuah film itu jelek padahal belum kita tonton, jangan juga bicara tentang demokrasi jika belum tahu apa itu demokrasi. Jadi kita harus tahu dulu tentang suatu hal baru bisa bilang itu jelek atau bagus. Itulah salah satu pesan Wimar Witoelar pada diskusi ringan bersama anggota Kelompok Studi Mahasiswa Universitas Nasional di kantor InterMatrix, 9 Agustus 2008.

KSM Unas dan WW
Indonesia yang menganut demokrasi seutuhnya pascalepas dari otoritarianisme Orde Baru, ternyata banyak mendapat tantangan bahkan tidak sedikit yang menganggap demokrasi kurang bermanfaat secara maksimal karena dinilai belum menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Paling tidak itu yang dirasakan Vya salah satu peserta diskusi. Vya bahkan melihat mentalitas aparat pemerintahan seperti korupsi, penyuapan dll, juga tidak berubah dari zaman orba.
Tapi banyak juga yang menganggap demokrasi saat ini jauh lebih baik dari zaman Orde Baru, di mana setiap orang punya hak suara dan martabat yang sama, yang mana hal-hal tersebut tidak kita dapatkan pada zaman Orde Baru. Meskipun belum membuahkan hasil maksimal, tapi proses demokrasi yang sedang berjalan sudah sangat tepat. “sama seperti orang fitnes tiap hari tapi belum bisa jadi binaragawan”, ujar WW.

muka peserta diskusi
Ngga asyik kalau kita bicara tentang demokrasi tapi ngga bicara tentang prospek kepemimpinan nasional, apalagi pemilihan presiden tinggal setahun lagi. Bagi WW, pemimpin itu tidak perlu dinilai dari tua mudanya, yang penting kemampuan manajerial komunikatif dan efektif. Bukan berarti pemimpin juga harus ahli politik yang jago sebagai pengamat.
Selain itu para peserta diskusi seperti Wiwiek, Inka dan Angga menanggapi fenomena artis yang saat ini terjun ke dunia politik hanya sebagai peraup suara bagi partai politik . WW tidak menyangkal hal tersebut tapi biasanya atris yang terpilih menduduki jabatan politik adalah artis yang mempunyai sikap terhadap isu-isu tertentu seperti Arnold Schwazeneger dan Ronald Reagan. Jadi semua keputusan ada di tangan kita, karena setiap orang punya pilihannya masing – masing, ujar WW.
Di akhir diskusi salah satu peserta yaitu Vya mendapat hadiah buku “A Book About Nothing” dari WW sebagai kenang-kenangan.

suasana diskusi
*dimuat di perspektif[dot]net






Waah, stuju bgt diet..
Diskusi spt ini mengembangkan wawasan kita..kearah generasi Indonesia yg lebih pintar,bersih&baik..
Smoga..
Thx for sharing….
Lam kenal yow…
lagi blog walking…. salam